Sabtu, 27 Februari 2016

TUGAS SEJARAH KOTEMPORER

Tanggal : 12 Januari 2014                        Oleh

Mela Anggraini
     

PERTANYAAN:

1.      Jelaskan pengaruh perang  dunia II menurut anda bagi bangsa Indonesia?
2.       Jelaskan mengapa partai komunis Indonesia menpunyai pengaruh yang besar pada masa orde lama ?
3.      Jelaskan gerakan reformasi 1998?, apakah anda setujukah anda dengan peristiwa reformasi itu? “kalau ya! Jelaskan dan kalau tidak jelaskan?

Jawab:

1.      Pengaruh perang duniaII dalam catatan sejarah tidak dapat dipungkiri menbawa dampak positif bagi perjuangan kemerdekaan indonesia. Dimulai dari berpengaruh besar pada Indonesia karena adanya perpindahan kekuasaan penjajah dari Belanda ke Jepang. Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang di Kalijati, Sumbang, Jawa Barat, 8 Maret 1942. Penyerahan ditandatangani oleh Letnan Jenderal Ter Pooten, Panglima Tentara Hindia Belanda dan Hitoshi Imamura, Jenderal Jepang. Yang menyebabkan berakhirnya pemerintahan Belanda di Indonesia yang berlansung tiga setengah abab. Yang dampak positif dari kedudukan Jepang di Indonesia ialah menpermudah dan mnbuka celah bagi Indonesia menperoleh kemerdekaan melalui kebijakan yang diberikan perintahan Jepang pada Indonesia seperti:
a.       Diperbolehkannya bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa Indonesia mengukuhkan diri sebagai bahasa nasional. Jepang mendukung semangat anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia. Antara lain menolak pengaruh-pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta.
Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang mendekati pemimpin nasional Indonesia seperti Sukarno dengan harapan agar Sukarno mau membantu Jepang memobilisasi rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para pemimpin nasional Indonesia dan memberikan mereka kesempatan memimpin rakyatnya.
b.      Dalam bidang ekonomi didirikannya kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama. Mendirikan sekolah-sekolah seperti SD 6 tahun, SMP 9 tahun, dan SLTA.Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT) atau Tonarigumi.
Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan. Dibentuknya BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Dari sini muncullah ide Pancasila. Jepang dengan terprogram melatih dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia demi kepentingan Jepang pada awalnya. Namun oleh pemuda hal ini dijadikan modal untuk berperang yang dikemudian hari digunakan untuk menghadapi kembalinya pemerintah kolonial Belanda.Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nippon-sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
Dan berlanjut  Pengebom atom kota Hirosyma dan Nagasaki oleh sekutu pada 6 agustus 1945 menbuat pemerintah jepang yang ada di Indonesia harus berakhir disebabkan dengan penandatanganan kesepakatan oleh jepang kepada sekutu bahwa negara yang dikusai oleh yang kalah perang harus dikembalikan pada yang memenangi peperangan.. Kalahnya Jepang terhdap militer sekutu membawa dampak wilayah Indonesia sebagai wilayah yang “tak bertuan”. Hal ini karena militer Jepang yang berada di wilayah Indonesia tak mempunyai otoritas lagi, sedangkan militer sekutu yang akan menggantikan militer Jepang belum mengambil alih posisi Jepang. Kondisi ini  menbawa Indonesia pada kondisi vacuum of power .
Yang  dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pendiri negara untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.  Militer Jepang juga mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap kemerdekaan Indonesia lewat dibentuknya PPKI. Bahkan laksamana Maeda menyediakan rumahnya untuk merancang dan penandatanganan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Walaupun begitu kemerdekaan Indonesia bukan merupakan pemberian pemerintah.Jepang tapi hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini diperjelas, Daud  (2011:108)
dampak dari perang dunia kedua bagi Indonesia bukanlah menyebabkan Indonesia bisa merdeka namun hanya sebagai salah satu faktor yang menpermudah dan merangsang rakyat Indonesia pada saat itu untuk menpersiapkan dan menproklamirkan kemerdekaannya. Dan  Sebenarnya unsur yang palin dominan dari jatuhnya Jepang terhadap sekutu. menbuat bangsa Indonesia tersadar akan arti kemerdekaan. Yang paling dominan keuntungan dari perang dunia II Pelatihan militer untuk pemuda-pemuda Indonesia untuk menbantu pemerintahan Jepang untuk menghadapi sekutu yaitu Pada tanggal 3 Oktober 1943.
Pemerintah pendudukan Jepang mendirikan Giyugun atau PETA (Pembela Tanah Air),sebelumnya telah dibentuk Heiho. Anggota PETA banyak dikirim ke medan perang di Pasifik untuk menghadapi militer Amerika Serikat. Pada pertengahan tahun 1945 jumlah anggota PETAsebanyak 120.000 orang. Organisasi PETA yang didirikan oleh Jepang merupakan cikal bakal dariTentara Nasional Indonesia (TNI). Banyak pendiri TNI yang berasal dari didikan PETA, antara lainJenderal Sudirman dan Jenderal Suharto (presiden RI ke-2). Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh Jepang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu, banyak tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang yang dikuasai oleh pejuang Indonesia.
Dari paparan yang panjang diatas kesimpulannya saya dampak perang dunia II menberi dampak positif bagi Indonesia menproklamasikan kemerdekaannya tapi bukan berarti Indonesia merdeka akibat kekalahan Jepang terhadap sekutu karena jauh sebelum menyerahnya Jepang pada sekutu Indonesia sudah bermandi darah dan keringat serta menguras pemikiran untuk memerdekakan diri terbukti dengan adanya lembaga BPUPKI yang melaporkan pada penguasa jepang Gunseika 18 Juli 1945 melaporkan persiapan kemerdekaan kemerdekaan Indonsia siap untuk dikumandangkan. Perang dunia II dampaknya nanya sebagai salah satu faktor pendorong kaum muda untuk mendesak kaum tua untuk segera menproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu lagi penyerahan Indonesia oleh pihak manapun. Faktor lain dari Dampak positif perang dunia II ketidakpuasan Belanda yang telah menjajah Indonesia tiga setengah abab menbawa Belanda kembalike Indonesia yaitu agresi militer Belanda I dan agresi Belanda militer II telah menbuka mata sekutu akan kekuatan rakyat Indonesia yang menurut Belanda Indonesia dengan rill dan mudah diduduki oleh Belanda tanpa perlawanan namun diberbagai tempat pemuda yang telah terlatih oleh Jepang melakukan perlawanan terhadap kedatangan sekutu ke Indonesia dan intelejent Belanda tidak dapat berkutik dari pergolakan bangsa Indonesia yang menbela proklamasi kemerdekaan Indonesia yang menbawa bangsa indonesia kepada revolusi sosial.

                                   
2.      Partai Komunis memiliki pengaruh yang cukup besar pada masa orde lama, hal ini menurut saya disebabkan Partai Komunis merupakan partai politik pertama yang didirikan setelah proklamasi. partai PKI pada tahun 1920an merupakan partai yang radikal yang paling ditakuti oleh penguasa kolonial yang selalu menggangu ketertiban dan keamanan pemerintahan kolonial. Pada tanggal 21 Oktomber 1945 partai PKI didirikan di Cerebon. Yang Pada 12 November 1945 PKI mulai menunjukkan kemanpuannya yang pro rakyat. dalam programnya secara terbuka menuntut hak-hak demokrasi dengan penaikan upah buruh dan jam kerja yang pantas.dan banyak lagi program-program PKI yang menarik peminat masyarakat bawah seperti kaum buruh dan tani untuk bergabung dengan partai komunis. Hal ini terbukti cabang-cabang PKI Pada bulan Desember 1945 memasuki berbagai kota seperti Sukabumi, Surakarta, Pekalongan, Medium, Malang dan Surabaya. Dan eksitensi PKI meredup dengan terjadinya antara laskar merah dan polisi militer setempat. Yang pada 12 Februari 1946 laskar PKI menyerang asrama polisi yang pada tanggal 14 Februari 1946 Jusuf dan Suprapto ditangkap. Latar belakang berdirinya partai komunis Indonesia dan eksitensinya yang manpu memikat kalangan bawah manpu menbawa partai komunis Indonsia memiki tempat dihati bangsa Indonesia terutama kolongan bawah. Walaupun tanggal12 Februari partai komunis Indonsia menbuat pencitraan yang buruk pada masa dengan penyerangan asrama polisi. Pada ordelama yang tepatnya pada masa demokrasi terpimpim 1959-1968 partai komunis memiliki tempat yang sama dengan patai nasional dan partai agamais atau yang lebih dikenal dengan NASAKOM. Pemberian tempat bagi partai komunis yang setara dengan partai nasional dan partai agaimais bukanlah sebagai faktor penyebab melainkan  oleh banyak faktor yang kita identikkan mulai dari  menberi tempat untuk partai komunis eksis didalam perpolitikan, ideologi komunis yang mengutamakan kaum buruh dan tani, banyak bantuan dari negara yang berideologi komunis yang masuk ke indonesia, dan banyak lagi faktornya tapi dari berbagai faktor diatas menurut saya penyebab utama partai komunis pada masa ordelama bepengaruh cukup besar dan manpu memperoleh kursi terbanyak dalam pemilu dan sejajar dengan partai besar pada masa orde lama ialah karena pada masa ordelama masyarakat indonesia yang dihadapi oleh permasalahan perut yang lapar istilah halusnya kemiskinan yang pada masa ordelama. perekonomian indonesia semakin turun dan merosot, lapangan pekerjaan yang tidak tersedia, dan diperparah konstitusi yang berubah-ubah yang menyebabkan pertikaian kaum nasionalis dan agamais. Partai komunis pada masa ordelama bisa digambar sebagai sosok pahlawan dalam pemerintahan dan juga masyarakat bawah dimana partai komunis manpu sebagaipenyokong kebijakan pemerintahan Ir soekarno yang dimana di partai agamais dan sosial mendapat pertentangan. Sedangkan   pada masyarakat Indonesia yang pada saat itu dihadapi oleh kemiskinan dimana kesenjangan antara orang kaya dan miskin terlihat jelas dan tidak puas dengan pemerintahan partai komunis menberikan angin segar dengan ideologinya yang menberi tempat yang tinggi untuk masyarakat  miskin.
Jadi menurut saya inti dari  mudahnya partai komunis Indonesia meraih kursi terbesar dalam pemilu pada  masa orde lama dilatarbelakangi oleh faktor kemerosotan ekonomi di Indonesia dan kemelut perpolitikan Indonesia yang pada masa ordelama saling tikam-menikam dan saling menjatuhkan baik dari luar tubuh partai maupun dari dalam tubuh partai nasionalis dan agamais. Sehingga rakyat dihadapi oleh kebingungan dan persulit dengan inflasi-inflasi rupiah dan kekosongan kas negara.
Presiden Soekarno adalah satunya presiden yang memegang pemerintahan tanpa memiliki partai pendukung. Kebijakan Presiden Soekarno yang pada masa demokrasi terpimpim yang menempatkan partai komunis setara dengan partai nasional dan agamais menuai pertentang dari kedua ideologi partai nasional dan agamais. Yang sebagai penyekong setiap tindakan politik yang diajukanoleh presiden Soeharto partai komunis berdiri paling depan menanggapi setiap kebijakan presiden. Partai nasinal dan agamis prokontra terhadap kebijakan pemerintah pada masa ordelama.


3.      Gerakan reformasi 1998 sebenarnya dilatarbelakangi oleh krisis moneter yang melanda Asia pada Juli 1977. Peristiwa kelam dalam sejarah indonesia (reformasi 1998) dipengaruhi oleh banyak faktor yang melatar belakangi penyebab utama krisis moneter yang melanda asia yang menbuat bangsa Indonesia yang paling merasakan dampak terparah dari krisis moneter.
Pemerintahan presiden Soeharto pada masa orde baru yang memasuki masa jabatan 32 tahun menbawa problematika dari luar negara indonesia maupun dari dalam. Diantaranya marak pembangunan pada masa orde baru tidak disertai dengan pembangunan mental (character building) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku ekonomi (pengusaha/ konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa, aparat dan penguasa).  korupsi merajalela dan nepotisme, ditambah ketidak stabilan ekonomi, kecemburuan sosial yang dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin diantaranya dominasi tionghoa yang mengusai sektor pasar dan penghianatan segelintir entis cina(tionghoa) yang disebut sebagai salah satu sektor  meminjam modal dari BI yang menyebabkan negara menghadapi hutang yang sangat besar yang berdampak kekosongan kas negara.
Menyebabkan negara Indonesia adalah negara merasa tersiksa dengan terjadinya krisis moneter yang terjadi pada Juli 1977. Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 menbawa dampak buruk bagi perpolitikan di Indonesia yang dimulai dengan terjadi kerusuhan di Medan, Surakarta dan Jakarta adalah pemerkosaan terhadap Entis tionghoa, perusakan toko  milik entnis tionghoa, mati tertembaknya 4 mahasiswa Trisakti dan banyak lagi. Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan timbulnya Reformasi.




1.      Krisis Politik

Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Dalam UUD 1945 Pasal
telah disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme).
Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR, dan MPR. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN.
Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, diantaranya: 
a.          UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum.
b.          UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, tugas, wewenan DPR/MPR
c.          UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.
d.          UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum.
e.          UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.
Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi, tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden.
Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997, meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa. Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 – 2003. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden.
Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ. Habibie sebagai Wakil Presiden. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang datang dari para mahasiswa dan kalangan intelektual.

2.    Krisis Hukum
Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya.
3.    Krisis Ekonomi
Krisis moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil, karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja.
Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional. Memasuki tahun anggaran 1998/1999, krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Kondisi perekonomian semakin memburuk, karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. Untuk mengatasi kesulitan moneter, pemerintah meminta bantuan IMF. Namun, kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi, walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF.
Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar negeri. Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun, utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara, tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta. Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, utang pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat.Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin menipis. Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet.Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri, namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah.Sementara itu, pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.
Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta. Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat. Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakarta-sentris, karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang, halaman, walaupun yang memberitakan itu pers daerah.
4.    Krisis Kepercayaan
Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan. tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat. Soeharto kembali ke Indonesia, namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR/MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR/MPR. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi, melakukan perubahan kabinet, segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden.Dalam perkembangannya, upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara.
“Pertanyaannya apakah saya setuju dengan reformasi 1998”,? Jawabnya Saya tidak setuju karena” faktor penyebab dari reformasi disebabkan oleh beberapa krisis yang melanda Indonesia seperti yang jelaskan diatas. rakyat menuntut penyelesain dari krisis tersebut namun setelah terjadinya reformasi 1998 fakta nya reformasi tidak menbawa perubahan berarti dalam pemerintahan Indonesia. Sebagai contoh krisis dalam bidang ekonomi dan perpolitikan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme yang setelah peristiwa reformasi malah semakin gawat lagi korupsi tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi namun secara tersetruktur dan bergolng. Reformasi 1998 sedikit banyaknya mungkin menbawa perubahan , namun bila ditinjau dari asas manfaat reformasi hanya mengukirkan sejarah kelam perpolitikan di Indonesia yang menurut saya peristiwa reformasi hanyalah didalangi oleh konfrontasi intrik politik pada masa orde baru yang memanfaat krisis yang melanda Indonesia yang dijadikan asas manfaat oleh pihak yang berkepentingan.









DAFTAR PUSTAKA


Daud Aris Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus sejarah jilid 6.Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Daud Aris Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus sejarah jilid 7 Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Daud Aris Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus sejarah jilid 8 Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Wahjudi djaja. 2012. Sejarah Eropa: dari Eropa kuno hingga Eropa modern.Yogyakarta: Ombak Dua.
Suhartono. 2001. Sejarah pergerakan nasional. Yoyakarta: Pustaka Pelajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar