TUGAS SEJARAH
KOTEMPORER
Tanggal : 12 Januari 2014 Oleh
Mela
Anggraini
PERTANYAAN:
1.
Jelaskan
pengaruh perang dunia II menurut anda
bagi bangsa Indonesia?
2.
Jelaskan mengapa partai komunis Indonesia
menpunyai pengaruh yang besar pada masa orde lama ?
3. Jelaskan
gerakan reformasi 1998?, apakah anda setujukah anda dengan peristiwa reformasi
itu? “kalau ya! Jelaskan dan kalau tidak jelaskan?
Jawab:
1. Pengaruh perang duniaII dalam catatan sejarah tidak dapat dipungkiri
menbawa dampak positif bagi perjuangan kemerdekaan indonesia. Dimulai dari berpengaruh
besar pada Indonesia karena adanya perpindahan kekuasaan penjajah dari Belanda
ke Jepang. Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang di Kalijati, Sumbang, Jawa
Barat, 8 Maret 1942. Penyerahan ditandatangani oleh Letnan Jenderal Ter Pooten, Panglima Tentara Hindia Belanda dan Hitoshi Imamura, Jenderal Jepang. Yang menyebabkan berakhirnya pemerintahan Belanda di Indonesia yang
berlansung tiga setengah abab. Yang dampak positif dari kedudukan Jepang di
Indonesia ialah menpermudah dan mnbuka celah bagi Indonesia menperoleh
kemerdekaan melalui kebijakan yang diberikan perintahan Jepang pada Indonesia
seperti:
a.
Diperbolehkannya bahasa Indonesia
untuk menjadi bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa Indonesia
mengukuhkan diri sebagai bahasa nasional. Jepang mendukung semangat
anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia.
Antara lain menolak pengaruh-pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia
menjadi Jakarta.
Untuk
mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang mendekati pemimpin nasional
Indonesia seperti Sukarno dengan harapan agar Sukarno mau membantu Jepang memobilisasi
rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para pemimpin
nasional Indonesia dan memberikan mereka kesempatan memimpin rakyatnya.
b.
Dalam bidang ekonomi didirikannya kumyai
yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama. Mendirikan
sekolah-sekolah seperti SD 6 tahun, SMP 9 tahun, dan SLTA.Pembentukan strata
masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT) atau Tonarigumi.
Diperkenalkan
suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan
bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi
pangan. Dibentuknya BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan
Indonesia. Dari sini muncullah ide Pancasila. Jepang dengan terprogram melatih
dan mempersenjatai pemuda-pemuda Indonesia demi kepentingan Jepang pada
awalnya. Namun oleh pemuda hal ini dijadikan modal untuk berperang yang
dikemudian hari digunakan untuk menghadapi kembalinya pemerintah kolonial
Belanda.Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nippon-sentris dan
diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
Dan berlanjut Pengebom atom kota
Hirosyma dan Nagasaki oleh sekutu pada 6 agustus 1945 menbuat pemerintah jepang
yang ada di Indonesia harus berakhir disebabkan dengan penandatanganan kesepakatan
oleh jepang kepada sekutu bahwa negara yang dikusai oleh yang kalah perang
harus dikembalikan pada yang memenangi peperangan.. Kalahnya Jepang terhdap
militer sekutu membawa dampak wilayah Indonesia sebagai wilayah yang “tak
bertuan”. Hal ini karena militer Jepang yang berada di wilayah Indonesia tak
mempunyai otoritas lagi, sedangkan militer sekutu yang akan menggantikan
militer Jepang belum mengambil alih posisi Jepang. Kondisi ini menbawa Indonesia pada kondisi vacuum of power .
Yang dimanfaatkan
sebaik-baiknya oleh pendiri negara untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
pada 17 Agustus 1945. Militer Jepang
juga mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap kemerdekaan Indonesia lewat
dibentuknya PPKI. Bahkan laksamana Maeda menyediakan rumahnya untuk merancang
dan penandatanganan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Walaupun begitu kemerdekaan Indonesia bukan merupakan pemberian
pemerintah.Jepang tapi hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini
diperjelas, Daud (2011:108)
dampak dari perang dunia kedua bagi Indonesia bukanlah menyebabkan
Indonesia bisa merdeka namun hanya sebagai salah satu faktor yang menpermudah
dan merangsang rakyat Indonesia pada saat itu untuk menpersiapkan dan menproklamirkan
kemerdekaannya. Dan Sebenarnya unsur yang
palin dominan dari jatuhnya Jepang terhadap sekutu. menbuat bangsa Indonesia
tersadar akan arti kemerdekaan. Yang paling dominan keuntungan dari perang
dunia II Pelatihan militer untuk pemuda-pemuda Indonesia untuk menbantu
pemerintahan Jepang untuk menghadapi sekutu yaitu Pada tanggal 3 Oktober 1943.
Pemerintah pendudukan Jepang mendirikan Giyugun atau PETA (Pembela Tanah Air),sebelumnya
telah dibentuk Heiho. Anggota PETA banyak dikirim ke medan perang di Pasifik
untuk menghadapi militer Amerika Serikat. Pada pertengahan tahun 1945 jumlah
anggota PETAsebanyak 120.000 orang. Organisasi PETA yang didirikan oleh Jepang
merupakan cikal bakal dariTentara Nasional Indonesia (TNI). Banyak pendiri TNI
yang berasal dari didikan PETA, antara lainJenderal Sudirman dan Jenderal
Suharto (presiden RI ke-2). Peninggalan
peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh Jepang dapat
digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang
menyerah terhadap sekutu, banyak tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang
yang dikuasai oleh pejuang Indonesia.
Dari paparan yang panjang diatas kesimpulannya saya dampak perang dunia
II menberi dampak positif bagi Indonesia menproklamasikan kemerdekaannya tapi bukan
berarti Indonesia merdeka akibat kekalahan Jepang terhadap sekutu karena jauh
sebelum menyerahnya Jepang pada sekutu Indonesia sudah bermandi darah dan
keringat serta menguras pemikiran untuk memerdekakan diri terbukti dengan
adanya lembaga BPUPKI yang melaporkan pada penguasa jepang Gunseika 18 Juli
1945 melaporkan persiapan kemerdekaan kemerdekaan Indonsia siap untuk
dikumandangkan. Perang dunia II dampaknya nanya sebagai salah satu faktor
pendorong kaum muda untuk mendesak kaum tua untuk segera menproklamasikan
kemerdekaan tanpa menunggu lagi penyerahan Indonesia oleh pihak manapun. Faktor
lain dari Dampak positif perang dunia II ketidakpuasan Belanda yang telah
menjajah Indonesia tiga setengah abab menbawa Belanda kembalike Indonesia yaitu
agresi militer Belanda I dan agresi Belanda militer II telah menbuka mata
sekutu akan kekuatan rakyat Indonesia yang menurut Belanda Indonesia dengan
rill dan mudah diduduki oleh Belanda tanpa perlawanan namun diberbagai tempat
pemuda yang telah terlatih oleh Jepang melakukan perlawanan terhadap kedatangan
sekutu ke Indonesia dan intelejent Belanda tidak dapat berkutik dari pergolakan
bangsa Indonesia yang menbela proklamasi kemerdekaan Indonesia yang menbawa
bangsa indonesia kepada revolusi sosial.
2. Partai Komunis memiliki pengaruh yang cukup besar pada masa orde lama,
hal ini menurut saya disebabkan Partai Komunis merupakan partai politik pertama
yang didirikan setelah proklamasi. partai PKI pada tahun 1920an merupakan
partai yang radikal yang paling ditakuti oleh penguasa kolonial yang selalu
menggangu ketertiban dan keamanan pemerintahan kolonial. Pada tanggal 21
Oktomber 1945 partai PKI didirikan di Cerebon. Yang Pada 12 November 1945 PKI
mulai menunjukkan kemanpuannya yang pro rakyat. dalam programnya secara terbuka
menuntut hak-hak demokrasi dengan penaikan upah buruh dan jam kerja yang
pantas.dan banyak lagi program-program PKI yang menarik peminat masyarakat
bawah seperti kaum buruh dan tani untuk bergabung dengan partai komunis. Hal
ini terbukti cabang-cabang PKI Pada bulan Desember 1945 memasuki berbagai kota
seperti Sukabumi, Surakarta, Pekalongan, Medium, Malang dan Surabaya. Dan
eksitensi PKI meredup dengan terjadinya antara laskar merah dan polisi militer
setempat. Yang pada 12 Februari 1946 laskar PKI menyerang asrama polisi yang
pada tanggal 14 Februari 1946 Jusuf dan Suprapto ditangkap. Latar belakang
berdirinya partai komunis Indonesia dan eksitensinya yang manpu memikat
kalangan bawah manpu menbawa partai komunis Indonsia memiki tempat dihati
bangsa Indonesia terutama kolongan bawah. Walaupun tanggal12 Februari partai
komunis Indonsia menbuat pencitraan yang buruk pada masa dengan penyerangan
asrama polisi. Pada ordelama yang tepatnya pada masa demokrasi terpimpim
1959-1968 partai komunis memiliki tempat yang sama dengan patai nasional dan
partai agamais atau yang lebih dikenal dengan NASAKOM. Pemberian tempat bagi
partai komunis yang setara dengan partai nasional dan partai agaimais bukanlah
sebagai faktor penyebab melainkan oleh
banyak faktor yang kita identikkan mulai dari menberi tempat untuk partai komunis eksis
didalam perpolitikan, ideologi komunis yang mengutamakan kaum buruh dan tani,
banyak bantuan dari negara yang berideologi komunis yang masuk ke indonesia,
dan banyak lagi faktornya tapi dari berbagai faktor diatas menurut saya
penyebab utama partai komunis pada masa ordelama bepengaruh cukup besar dan
manpu memperoleh kursi terbanyak dalam pemilu dan sejajar dengan partai besar
pada masa orde lama ialah karena pada masa ordelama masyarakat indonesia yang
dihadapi oleh permasalahan perut yang lapar istilah halusnya kemiskinan yang
pada masa ordelama. perekonomian indonesia semakin turun dan merosot, lapangan
pekerjaan yang tidak tersedia, dan diperparah konstitusi yang berubah-ubah yang
menyebabkan pertikaian kaum nasionalis dan agamais. Partai komunis pada masa
ordelama bisa digambar sebagai sosok pahlawan dalam pemerintahan dan juga
masyarakat bawah dimana partai komunis manpu sebagaipenyokong kebijakan
pemerintahan Ir soekarno yang dimana di partai agamais dan sosial mendapat
pertentangan. Sedangkan pada masyarakat
Indonesia yang pada saat itu dihadapi oleh kemiskinan dimana kesenjangan antara
orang kaya dan miskin terlihat jelas dan tidak puas dengan pemerintahan partai
komunis menberikan angin segar dengan ideologinya yang menberi tempat yang
tinggi untuk masyarakat miskin.
Jadi menurut saya inti dari
mudahnya partai komunis Indonesia meraih kursi terbesar dalam pemilu
pada masa orde lama dilatarbelakangi
oleh faktor kemerosotan ekonomi di Indonesia dan kemelut perpolitikan Indonesia
yang pada masa ordelama saling tikam-menikam dan saling menjatuhkan baik dari
luar tubuh partai maupun dari dalam tubuh partai nasionalis dan agamais.
Sehingga rakyat dihadapi oleh kebingungan dan persulit dengan inflasi-inflasi
rupiah dan kekosongan kas negara.
Presiden Soekarno adalah satunya presiden yang memegang pemerintahan
tanpa memiliki partai pendukung. Kebijakan Presiden Soekarno yang pada masa
demokrasi terpimpim yang menempatkan partai komunis setara dengan partai
nasional dan agamais menuai pertentang dari kedua ideologi partai nasional dan
agamais. Yang sebagai penyekong setiap tindakan politik yang diajukanoleh
presiden Soeharto partai komunis berdiri paling depan menanggapi setiap
kebijakan presiden. Partai nasinal dan agamis prokontra terhadap kebijakan
pemerintah pada masa ordelama.
3. Gerakan
reformasi 1998 sebenarnya dilatarbelakangi oleh krisis moneter yang melanda
Asia pada Juli 1977. Peristiwa kelam dalam sejarah indonesia (reformasi 1998)
dipengaruhi oleh banyak faktor yang melatar belakangi penyebab utama krisis
moneter yang melanda asia yang menbuat bangsa Indonesia yang paling merasakan
dampak terparah dari krisis moneter.
Pemerintahan presiden
Soeharto pada masa orde baru yang memasuki masa jabatan 32 tahun menbawa
problematika dari luar negara indonesia maupun dari dalam. Diantaranya marak pembangunan
pada masa orde baru tidak disertai dengan pembangunan mental (character
building) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku
ekonomi (pengusaha/ konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997,
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa,
aparat dan penguasa). korupsi merajalela
dan nepotisme, ditambah ketidak stabilan ekonomi, kecemburuan sosial yang
dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin diantaranya
dominasi tionghoa yang mengusai sektor pasar dan penghianatan segelintir entis
cina(tionghoa) yang disebut sebagai salah satu sektor meminjam modal dari BI yang menyebabkan negara
menghadapi hutang yang sangat besar yang berdampak kekosongan kas negara.
Menyebabkan negara Indonesia
adalah negara merasa tersiksa dengan terjadinya krisis moneter yang terjadi
pada Juli 1977. Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 menbawa dampak buruk
bagi perpolitikan di Indonesia yang dimulai dengan terjadi kerusuhan di Medan,
Surakarta dan Jakarta adalah pemerkosaan terhadap Entis tionghoa, perusakan
toko milik entnis tionghoa, mati
tertembaknya 4 mahasiswa Trisakti dan banyak lagi. Banyak hal yang mendorong
timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada
ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal
kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945
secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Setelah Orde Baru
memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu
keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal
ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde
Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai
Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan
oleh pemerintah Orde Baru. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan
timbulnya Reformasi.
1. Krisis
Politik
Demokrasi
yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan
politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu,
bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Dalam UUD 1945 Pasal
telah
disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya
oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat
tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de
facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga
sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan
(nepotisme).
Keadaan
seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi
pemerintah, DPR, dan MPR. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya
gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total
di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan
nuansa KKN.
Gerakan
reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket
undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, diantaranya:
a.
UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum.
b.
UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, tugas, wewenan DPR/MPR
c.
UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.
d.
UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum.
e.
UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.
Perkembangan
ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi
yang lebih besar. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi,
tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya
peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. Peristiwa ini muncul sebagai akibat
terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Krisis
politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya
menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya
reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di
dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada
pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap
setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap
kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. Selain itu,
masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan
Presiden.
Terjadinya
ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya
kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Menjelang
akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997, meletus kerusuhan di Banjarmasin yang
banyak memakan korban jiwa. Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan
kemenangan Golkar secara mutlak. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi
dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang
Umum MPR tahun 1998 – 2003. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh
para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali
pencalonan Soeharto sebagai Presiden.
Dalam
Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik
Indonesia dan BJ. Habibie sebagai Wakil Presiden. Timbul tekanan pada
kepemimpinan Presiden Soeharto yang datang dari para mahasiswa dan kalangan
intelektual.
2.
Krisis Hukum
Pelaksanaan
hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Sejak
munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hukum
juga menjadi salah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di
bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau
posisi yang sebenarnya.
3.
Krisis Ekonomi
Krisis
moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga
mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia ternyata
belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. Krisi ekonomi Indonesia
berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Ketika
nilai tukar rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi
0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter
Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada
akhir tahun 1997. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah,
pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Ternyata udaha
yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil, karena pinjaman
bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di
kembalikan begitu saja.
Krisis
moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah
menghancurkan keuangan nasional. Memasuki tahun anggaran 1998/1999, krisis
moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Kondisi perekonomian
semakin memburuk, karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok
sembako di pasaran mulai menipis. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik
tidak terkendali. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat.
Untuk mengatasi kesulitan moneter, pemerintah meminta bantuan IMF. Namun,
kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi,
walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir
kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF.
Faktor lain
yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari
masalah utang luar negeri. Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri
Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun,
utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara, tetapi
sebagian lagi merupakan utang swasta. Utang yang menjadi tanggungan Negara
hingga 6 februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, utang
pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat.Akibat dari
utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin
menipis. Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di
Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta
tingginya kredit macet.Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru
mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri,
namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Masyarakat Indonesia
merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih
rendah.Sementara itu, pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru
sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD
1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua
untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat.
Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru
adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan
berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.
Pola
Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah
Orde Baru bersifat sentralistis. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan
sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara
sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta. Pelaksanaan politik
sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. Ini terlihat
dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Hal ini
menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah
pusat. Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers
yang bersifat Jakarta-sentris, karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta
selalu menjadi berita utama. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang
kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita
yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang, halaman, walaupun yang
memberitakan itu pers daerah.
4.
Krisis Kepercayaan
Demontrasi di
lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan
kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi
para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta.
Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah
tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri
Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan. tragedi Trisakti itu telah
mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang
menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak
merakyat. Soeharto kembali ke Indonesia, namun tuntutan dari masyarakat agar
Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Rencana
kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para
pimpinan DPR/MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk
tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total
di penuhinya. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden
Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai
pimpinan DPR/MPR. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan
pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Presiden Soeharto
mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat di
Jakarta. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi,
melakukan perubahan kabinet, segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia
dicalonkan kembali sebagai Presiden.Dalam perkembangannya, upaya pembentukan
Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. Akhirnya pada
tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti
sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada
Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie dan langsung diambil sumpahnya
oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana
Negara.
“Pertanyaannya
apakah saya setuju dengan reformasi 1998”,? Jawabnya Saya tidak setuju karena” faktor
penyebab dari reformasi disebabkan oleh beberapa krisis yang melanda Indonesia
seperti yang jelaskan diatas. rakyat menuntut penyelesain dari krisis tersebut
namun setelah terjadinya reformasi 1998 fakta nya reformasi tidak menbawa
perubahan berarti dalam pemerintahan Indonesia. Sebagai contoh krisis dalam
bidang ekonomi dan perpolitikan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme yang
setelah peristiwa reformasi malah semakin gawat lagi korupsi tidak lagi
dilakukan secara sembunyi-sembunyi namun secara tersetruktur dan bergolng. Reformasi
1998 sedikit banyaknya mungkin menbawa perubahan , namun bila ditinjau dari
asas manfaat reformasi hanya mengukirkan sejarah kelam perpolitikan di
Indonesia yang menurut saya peristiwa reformasi hanyalah didalangi oleh
konfrontasi intrik politik pada masa orde baru yang memanfaat krisis yang
melanda Indonesia yang dijadikan asas manfaat oleh pihak yang berkepentingan.
DAFTAR PUSTAKA
Daud Aris
Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus
sejarah jilid 6.Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Daud Aris
Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus
sejarah jilid 7 Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Daud
Aris Tanudirjo.2011.Indonesia dalam arus
sejarah jilid 8 Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Wahjudi
djaja. 2012. Sejarah Eropa: dari Eropa
kuno hingga Eropa modern.Yogyakarta: Ombak Dua.
Suhartono.
2001. Sejarah pergerakan nasional.
Yoyakarta: Pustaka Pelajar.